Me vs Animate (Lashinbang)

Jadi, beberapa dekade lalu, saya berkesempatan pergi ke Namba dan mencoba peruntungan berburu anime goods di sekitaran sana. Secara animate-nya Nara itu kecil dan barangnya gak lengkap, saya penasaran ma yang lebih besar dan lengkap.

Dari Nara ke Namba, sekitar 40 menit dengan kereta kintetsu, 560 yen. Lalu, dari stasiun Osaka Namba, ke Animate Nipponbashi juga lumayan memakan waktu. 15-20 menitan lah jalan kaki, pakai nyasar soalnya, hahaha, tapi karena ada teman ya jadinya gak terasa juga, sih. Pokoknya setelah Namba Walk, bakal terlihat daerah yang banyak toko anime, di sekitar itulah sang Animate itu berada.

image

((((Ini nih salah satu toko anime yang besar dan terletak di pinggir jalan besar. Warnanya yang mencolok membuat orang ingin memasukinya. Goodsnya juga happening alias terupdate, mulai dari strap, kaos, figur action, kostum, sampai guling dan bantal. Karakternya juga terbaru dan terupdate. Joss gandoss pokmen. Harganya jangan tanya. Rubber strap aja sebiji 1280 yen. Seratus ribu rupiah cuma buat gantungan hape. Hiks nangis bombay.))))

Toko Anime di Jepang

image

image

image

image

image

image

image

Yep yep, toko-toko di atas adalah toko yang menjual anime, game, dll. Ada banyak sebenarnya anime yang sedang ngetrend, semacam 文豪 strays dog, 刀剣乱舞, 黒子のバスケット, うたプリンス, Fate, Free, dll lah pokoknya begituan. Maaf kalau salah penulisan. Banyak dan bermacam-macam. Mulai dari yang genre (bukan genre kali ya istilahnya) BL sampai yang biasa. Ada semua pokoknya. Saya kurang paham sih ya, hahaha. Saya dulu pernah diberitahu kohai yang pertukaran pelajar selama setahun di kampus saya tentang dunia anime, hanya saja saya masih tetap saja belum paham dan dia sudah kembali ke tanah air.

ANIMATE dan LASHINBANG
Lalu…

image

Sampailah saya di Animate termegah di Osaka. Dari tinggi bangunannya aja udah bikin males masuk. Hahaha tapi saya excited banget, penasaran tingkat dewa. Berharap ada barang ‘miring’ yang bisa dibawa pulang.

Ternyata….
Harganya sama aja seperti yang di Nara. Yak iyalah ya, kan satu toko, Buk. Bedanya cuma di stoknya yang lengkaaaaap banget. Hahaha.
Karena saya gak begitu paham, ya sudah cuma lihat-lihat doang, mencoba menikmati (meskipun hati gak bisa berbohong gak bisa menikmati juga) hingga akhirnya saya masuk ke lashinbang di dalam Gedung Animate. Apa itu?

image

Nah ini dia らしんばん alias Lashinbang…
Di dalam gedung animate juga ada lashinbang-nya sih, cuma ini berbeda. Bedanya cuma di bagian jenis barangnya yang dijual. Lebih banyak figur actionnya macam Miku, Dragon ball, dll.

Jadi, lashinbang alias らしんばん adalah sebuah ‘toko’ yang menjual goods anime yang secondhand. Jenisnya ada banyaaaaak banget, pokoknya yang dijual di animate ada semua. Contohnya? Komik, CD, goods, figure action, klo novel/drama punya fan-fiction –> anime/manga juga punya “fan-art”-nya dan itu mahal hiks, kartu apalah itu (gak ngerti cara mainnya), dll. Nah selain ‘beli’, kita bisa jual barang kita. Entah dihargai berapa, saya kurang tahu. Jadi, Lashinbang adalah toko sekenannya anime goods, kalau bookoff kan toko sekennya buku, kalau hardoff/secondstreet/jumblestore kan toko sekennya barang kebutuhan sehari-hari (kecuali buku), dll.

Oh iya, tolong garis bawahi ya, secondhand-nya Jepang itu berbeda karena kualitasnya masih terjaga. Ada yang masih baru tapi stok dan model lama, ada yang memang bekas punya orang. Tenang aja, kalau bekas punya orang biasanya ditulis 中古 (chuuko) kok. Berarti selain itu yaaa hitungannya masih baru. Ya nggak?

Wah kalau secondhand berarti MURAH dong????!!!!
Situ polos banget mikirnya, sama kayak guwa, hingga akhirnya terkaget dan bengong begitu masuk ke らしんばん ini. Yaa karena ternyata….

SAMA AJA mahalnya, hahahaha. Garis bawahi lagi ya, tidak ada goods anime itu murah, kecuali jelek.
Jelek di sini maksudnya jelek tokoh karakternya, semacam tokoh karakter figuran gitu. Hahaha, biasanya dijual murah. Kalau tokoh utamanya yaa pasti mahal lah meskipun udah barang bekas sekalipun.

Coba tebak harganya ini berapa?

image

Kalau yang ini???

image

Jawabannya….
Begituan sebiji 800 yen. Hahahahahahahaha. Gak lucu.
Menurut saya, itu mahal sangat.
Sekali lagi, barang segitu hitungannya masih murah dibanding barunya. Itu secondhand lho ya, tapi masih baru lho ya. 未使用, kalau kata orang Jepang. Belum (pernah) dipakai.

Ini nih lashinbang.
(Maaf harusnya ada videonya, tapi udah dicompress dan agak jelek aja masih tetep sulit diupload. Hiks)
-----------------
Jadi, sebenarnya, らしんばん itu mahaaal. Hiks.

Pokoknya, tidak ada kata MURAH untuk anime goods. Plis deh. Industri anime itu sendiri sebenarnya adalah industri kreativitas yang dibalut dengan marketing yang bagus. Komersil jadinya. Kalian tahu soal komiket hahaha, comic market maksudnya. Itu apalagi, sama gilanya dan kerennya. Berapa juta orang yang masuk ke event tahunan itu? Berapa duit transaksinya? Mangafest UGM aja banyak peminatnya, kan? Saya kurang tahu sih karena belum pernah ke sana soalnya. Hehehe. Tapi denger-denger event bagus ya? Hehehe

PASSION dan “OTAKU”
Apa ya, dalam perjalanan itu, saya menyadari bahwa saya tidak tahu banyak tentang dunia anime. Saya hanya sadar, anime dan otaku itu bisa menggerakkan dunia bisnis dan menjanjikan. Syaratnya ya ada orang yang butuh dan mau beli. Hahahaha.

Kata salah seorang teman perempuan saya yang umurnya 11 tahun lebih muda dari saya, “fangirling itu tidak mengenal usia”, ketika saya bilang ‘saya udah emak-emak tidak tahu begituan’. Sebenarnya ketika bilang emak-emak itu saya ingin menekankan bagian ‘daripada buat fangirling-an, duitnya bisa buat anaknya’. Ee ternyata anaknya suka anime dan otaku juga, lha dalah. Sami mawon.
Hanya saja, mungkin memang ada kali ya anime fangirl yg udah menikah dan punya anak. Apa ya rela kalau figur actionnya dipegang2 anaknya, dirusak, dijatuhin? Ah gak segitunya juga kali ya, anak kan bisa dikasih tahu itu apa?

Atau BL anime/manga fangirl? Kalau yang ini saya agak gak habis pikir. Tapi saya pernah lihat di bookoff kok Tante-tante yang membaca komik BL. Uhmmm….
Ah tapi kan komik/manga itu soal ‘art’ ya? Gak cuma yang BL, yang oppai-nya di mana-mana juga banyak di Animate. Tetap saja ya, bagian ‘art’ yang mana yang disebut ‘art’? Entalah. No offense ya, dear. Hanya saja saya selalu berpikir: sama halnya dengan miras dan narkoba, melihat gambar2/video yg ada unsur ero atau apanya itulah, termasuk ‘candu’. Ada sih, kata teman, gak semua BL itu ada ‘adegan’ begituannya, kalaupun ada cuma sedikit dan ‘soft’. Tetap saja…….

Me?????
Saya mungkin cuma iri sama orang yang bisa menyukai sesuatu sampai ‘suka sangat dan sebegitunya’. Saya belum pernah begitu, kayanya. Suka sih suka, tapi gak sebegitunya. Aneh gak sih saya?
Saya suka gundam (gak nonton animenya tapi), kamen rider (tapi gak hafal siapa aja juga), pernah suka SLAMDUNK (tapi sekarang juga udah lupa), suka dunia notes dan teman-temannya (tapi gak sebegitunya juga beli2nya, hobonichi gak kebeli, stiker dan selotipnya nyari di daiso, hahaha), dst. Suami sih suka bola (nonton sepak bola dan jerseynya), bisa sih dia. Nghabisin duit padahal. Ahaaa apa karena saya pelit ya? Hahaha.

Yup, tepat sekali, saya pelit karena tidak ada budget buat begituan, hahaha. Saya selalu bilang ke anak muda agar selalu mengejar passion mereka, tapi kayanya gak deh kalau untuk ‘ng-otaku’, terlebih ng-otaku anime. Eh tapi kan bisa dijual lagi?! Bisa jadi semacam investasi gtu, kan? Lagian, kalau saya adalah ‘horang kayah’, saya mungkin jadi fangirl atau malah otaku terhadap sesuatu, semacam oppa-oppa fangirl, pengoleksi aksesoris (tas/perhiasan) branded, atau yang lainnya. Hahaha.

Ah saya juga suka ding beli buku dan novel, meskipun gak dan belum dibaca. Hahaha. Mungkin ‘hobi’ saya ke buku ya. Entahlah….

Kesimpulannya…
Fangirling itu keren, menurut saya. Saya salut ma mereka yang ngefans berat terhadap sesuatu. Doakan saya agar saya menemukan ‘passion’ saya yang sebenarnya. Hahaha. Suka itu boleh, tapi jangan kebangetan ya. Kalau duit sendiri, terserah juga sih.

Buat animate, lashinbang, atau comic market, dan teman-temannya, kalian LUAR BIASAAAAA (gaya Ariel Peterpan).
Udah gitu aja.

Sekian.
Nara, 2018.1.10
Dewi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s