ANJINGnya JEPANG

Kebetulan lah kami hidup di tengah pemukiman padat penduduk di kota ini.

Setiap sore saat jalan-jalan, kami selalu bertemu dengan kakek-kakek atau nenek-nenek yang mengantar anjingnya jalan-jalan. Mulai dari anjing jenis Hachikou itu, anjing pudel, anjing kecil tak berbulu, sampai anjing setinggi anak umur 5 tahun (seperti anjing tetangga depan kontrakan yag suara gonggongannya menggelegar).

Ketika kami ke tempat wisata saat GoldenWeek kemarin (momen ini biasanya dijadikan family time) pun, kami hampir sering bertemu juga dengan anjing. Ada keluarga yang berteduh di bawah pohon sambil membentangkan tikar dan tiduran bersama anjingnya. Ada yang menggendong anjingnya di belakang atau depan.
Ya, anjing memang sudah sering dianggap sebagai keluarga bagi orang Jepang. Dianggap anak sendiri. Bukan berarti masuk ke Kartu Keluarga juga lho tapi.

Ketika anjingnya dipuji dengan ‘kawaii‘, si pemilik pasti bahagia. Yak iyalah, kita juga kalau punya barang trus dipuji juga seneng kan?

🐶🐶🐶🐶
Anjing-anjing di sini juga sangat gaul dan modis dandanannya lho. Ada stroler khusus anjing. Ada baju dan celana khusus anjing. Dan yang terakhir kami lihat kemarin, anjing memakai topi dan kacamata sembari jalan-jalan di siang hari dekat sungai. Belum lagi makanan dan perawatannya pun juga khusus.
Aku pernah lihat salon khusus anjing yang harga servisnya tak kalah dengan salon manusia.
Jangan heran ya…
PEmandangan seperti itu hampir tak mungkin terjadi di Indonesia raya tercinta. Mungkin awal datang ke Jepang kalian bisa weleh-weleh kok ada ya yang sebegitunya ma ‘anjing’… ya ada…

Tau gak sih ‘harga’ anjing berapa?
Maaf, mungkin binatang memang tak diperjualbelikan tapi anggap aja harga yang kumaksud di sini sebagai biaya adopsi gitu kali ya…

Siang ini kami berkesempatan ke salah satu toko furnitur terbesar di sini. Di sana kami kebetulan melihatnya.
Ada kucing dan anjing yang bisa ‘diadopsi’.

Kami yang penyuka kucing memang jarang melihat kucing diajak jalan-jalan sama pemiliknya di sini, begitu lihat kucing, kami histeris bahagia. Ya bahagiaaa…
Mereka dikandang, diberi tempat tidur, tempat bermain, makan dan minum. Lucu-lucu dan menggemaskan memang.
Di samping kucing juga ada kandang-kandang anjing yang lucu, kecil, dan bagus banget lah pokoknya. Mereka chou kawaii banget lah pokoknya.

Kalian tau gak sih, semakin kawaii dua binatang itu harganya semakin ‘kowai‘ (menakutkan)…

image

Salah satu contoh ‘harga’ adopsi kucing tadi, 390.000 yen (itu setara kurang lebih 40 juta rupiah). Gilak kan??? Uhmm…

image

Ada juga yang lebih miring harganya.

Untuk anjing, harganya bisa mencapai 450.000 yen (46 juta rupiah-an). Maaf gak ada fotonya. Di depan kandang anjing sedang ada wawancara mau ‘beli’ anjing jadinya gak sempet motret.

Keren banget kan Jepang. Saking kerennya bikin weleh-weleh dah.

Kok bisa ya? Ya bisa…
Kok ada ya? Ya ada…
Kok mau ya? Ya mau…

Karena gini,
Pertama, orang yang mau memelihara anjing di sini pasti punya alasan kuat mereka kenapa memelihara. Sebelum membeli pun mereka diwawancarai.
Kedua, biaya perawatan yang gak murah ini menunjukkan kalau mereka memang benar-benar ‘butuh’ anjing untuk dirawat. Gini, di Jepang tidak semua apartemen mengizinkan untuk boleh memelihara binatang. Kalau boleh, berarti ‘biasanya’ harga sewa apartemennya pun mahal. Kalau rumah sendiri juga jauuuuh lebih mahal. Biasanya mereka juga bermobil untuk membawa anjingnya. Biaya makan, salon, dan biaya perawatan kalau sakit pastilah ‘memakan’ anggaran bulanan mereka.
Ketiga, ini yang kuanggap sebagai ‘pelajaran’.
Kalian tahu mereka menganggap anjing dan kucing itu sudah seperti anaknya sendiri. Makanya, mereka sabaaar banget. Ke mana-mana, saat jalan-jalan, si empunya anjing (biasanya anjing aja yang diajak jalan-jalan) wajib membawa kantong untuk naroh pup anjing mereka. Di taman ada tulisan anjuran untuk memungut pupnya alias larangan anjing pup di taman.
Saat jalan-jalan sore itu, aku kadang ngelihat anjing yang tetiba gak mau jalan dan diam laamaa banget, dan si empunya mau-maunya nungguin. Sabar banget yak!!!

Oh iya, jangan salah kaprah yah. Bagaimanapun juga orang gak trus memilih melihara anjing dibanding punya anak sendiri. Kalau soal ini, beda-beda ya per orang. Jadi jangan disama-samakan.
Apapun alasannya, kita wajib untuk menyayangi semua makhluk ciptaanNya. Anjing juga  penerima tugas sebagai ‘tukang liur’ yang liurnya dinajiskan. Tapi jangan lupa, ada kisah anjing yang menemani para pemuda dan bersembunyi di gua saat dikejar-kejar kaum kafir.

Oh iya, bisa jadi referensi juga, sekedar gambaran. Mobil baru di sini sekitar 2000.000 yen (210 juta-an rupiah), motor 20juta an ke atas. Klo mobil bekas mulai dari 290.000 yen (30 juta rupiah), motor 15 jutaan rupiah. (Harga tergantung merk, tempat, dan syarat ketentuan berlaku).

Sekian.
Dewi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s