DEWI: Jawab Jujur (Tapi Lebay)

Kamu sedang di mana sekarang?
Di living room kontrakan bersama anak suami. Anak sudah tidur, suami maenan hape barunya yang belum kubayar, aku juga maenan hape. Sementara hujan masih saja turun. Dingin ini membuat kami memakai jaket meskipun sebenarnya dijaketin pun kepanasan.

☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺
Apa rencanamu besok Sabtu 7 Mei 2016?
Bangun pagi. Mandi. Pengen joging ma jalan-jalan pagi dengan anak-suami. Pengen nyepeda juga ke stasiun kintetsu nara. Trus pengen jualan bros dan sutorappu di dekat air mancur itu, tapi rasaaanya males dan malu banget. Padahal berdagang di sana itu tak perlu izin resmi. Aku pernah bertanya soal ini ke kouban setempat. Makanya, besok aku pengen nyoba observasi. Kalau lancar, mau nyoba jualan sejam saja.
Kupikir kalau aku bisa jualan di sana bisa sedikit menambah uang makan keluarga. Tapi rejeki sudah diatur sih ya, jadi yakin aja kalau rejeki besok dan seterusnya bisa jualan di sana.

😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱
Apa yang paling kamu inginkan?
Banyak. Tapi yang paling, sementara ini,
1. nglunasi hutang 8 digit gue.
2. Habis itu fokus ujian masuk S2. Belajar.
3. Nyekolahin Kenta.
4. Nyariin kerjaan buat suami, eh tapi nyari izin parttime dulu di imigrasi.
5. Nyari part time buat diri sendiri biar bahasa Jepangku bisa maju.

🙌🙌🙌🙌🙌🙌😘😘😘😘🙌🙌
Hal apa yang paling membuatmu bahagia?
Apa ya…banyak hal sih ya…apa ajalah yang penting bikin nyaman di hati. Aku gak ngefans siapa-siapa sih, jadi semisal ketemu artis idola trus hepi gtu ah gak juga. Aku mulai merasa gak bisa merasakan hepi lagi setelah keinginanku selama belasan tahun, yakni ryuugaku di Jepang, dikabulin. Bisa melihat sakura. Bisa berkumpul dengan murid-murid yang dulu kadang berdoa sambil cengengesan karena semacam mimpi. Bisa menjalani hidup dengan orang Jepang. Bisa nyepeda di Jepang. Bisa naik kereta. Entah kenapa aku merasa itu menjadi Semacam puncak tertinggi emosiku.
Mungkin karena sekarang aku lebih woles, jadinya asal bersama anak-suami aku udah bahagia. Ecieee….

❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Apa obsesi terbesarmu?
Aku pengen jadi guru ngajinya Kenta dan adik-adiknya. Ngajarin dia belajar agama Islam. Ngajarin ngaji Alqur’an. 
Mungkin lebih nyamannya, aku pengen jadi ibu rumah tangga saja sembari bikin usaha dagang. Tapi, aku juga pengen membagi ilmuku. Ilmu yang sudah kupelajari selama ini.
Jadi, apa dong obsesi terbesarku, aku pun tak tahu. Uhmm mungkin berguna bagi keluarga dan orang lain.

😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Coba ceritakan tentang dirimu!
Aku ini aneh. Terkadang bisa menangis dan tertawa dalam waktu yang bersamaan. Aku jarang ngomong. Kalau gak penting gak ngomong. Aku juga gak suka basa-basi, terkadang hal ini juga yang membuatku risih dengan orang Jepang dan teman-temanku yang sudah jago membual. Aku juga jarang memuji orang karena aku sendiri gak suka dipuji, serius. Entah kenapa aku selalu berpikir kalau orang lain yang sedang memuji (yang terlihat basa-basi memuji, kecuali yang beneran) itu sebenarnya cuma ingin ‘menjatuhkan’ku.
Bagus ya bajunya, wah kamu pasti bisa melakukannya kan pinter, dll. Meskipun aku gak sesering dipuji juga, tapi kalau aku mendengarnya dari orang yang gak kurasakan ‘feel pujian’nya dan cuma sekedar basa-basi, paling kujawab: makasih ya. Jawaban standar. Alhamdulillah gitu.
Aku juga gak pinter masak, tapi sekalinya niat masak dan memasak beneran insyaAllah hasilnya tak diragukan. Suamiku yang pinter memasak. Gak enak-enak amat sih, lebih enakan punyaku, tapi dia jago. Paham gak? Hahaha.
Gini aja deh, kira-kira seperti ini aku.
Nama Dewi. Tanggal lahir 18 Oktober 1986. Agama ISLAM. Hobi ngecraft. Golongan darah AB. Shio Macan. Zodiak LIBRA. Suami satu anak (baru) satu. Status research student. Asal Yogyakarta, IDN. Sekian.

💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔
Dalam hal apa kamu merasa gagal di hidupmu dan kamu masih menyesalinya?
1. Aku gak bisa ngejagain dan menjadi tempat curhat yang baik buat almarhumah adekku. Aku iri sama teman yang dengan saudara perempuannya akur. Aku juga gak dekat ma kakak laki-lakiku. Aku jarang ngobrol ma dia.
2. Aku gak bisa menjaga ibadahku: sholat dan ngaji.
3. Emosian dan gak sabaran.
4. Gak bisa selalu ada buat anak suamiku di rumah, di manapun itu gak di Indonesia gak di Jepang. Terkadang aku berpikir sebenarnya aku ini apanya mereka sih? Menjadi istri dan ibu kan, seharusnya? Aku gak menyesali keputusanku nglanjutin studi, karena tanpa izin Alloh SWT pun aku gak bisa juga! Lagipula suami dan keluarga mendukung. Tapu ada semacam ‘kerinduan’ besar ingin selalu ada buat mereka. Seharusnya aku lebih manfaatin waktu ‘quality time’ buat anak suami dibanding maenan HAPE! ***lebay
5. Keranjingan nyosmed!
Ini dia penyesalanku.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Udah dulu ya.

Dewi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s