☔☔☔☔H.U.J.A.N☔☔☔☔

☔☔☔Hujan.☔☔☔
Hari ini Nara seharian hujan. Mulai dari rintik-rintik sampai yang lebat. 
Hari ini hari Kamis, ada kuliah. Mau tak mau, (sebenarnya tidak ada yang mewajibkan sih), aku harus berangkat ke kampus, menunaikan kewajiban sebagai mahasiswa. Ya, mahasiswa tua.

☔☔Hujan☔☔
Tadi pagi, saat berangkat ke kampus, hujan belum begitu mau turun (bahasane piye to iki???). Karena itu, aku memutuskan mengendarai sepedaku. Sempat mampir ke bank mengurus tagihan dll, dan setelah itu hujan turun. Secepat2nya ku mengayuh sepedaku, tetap saja air hujan mengenai’ku’. Saat itu, aku merasa sangat sedih…ingin ku menangis…
image

☔☔☔Hujan. ☔🌂☔
Sekarang sudah sore. Kuliah sudah selesai. Urusan kontrakan juga sudah selesai. Aku pengen pulang, tapi masih hujan. Aku bawa jas hujan tapi terasa berat memakainya dan menembus hujan ini. Padahal ini jas hujan yang sama yang kupakai saat di Indonesia dulu. Tapi, ini beda. Bedanya sekarang nyepeda, dulu nyepeda motor. Tetiba ingatanku tertuju pada motor varioku. Ahh baper…hujan emang selalu bikin baper…dan aku …(maaf) kali ini…tidak ‘begitu’ suka hujan. Aku ingin pulang dan melihat kekasih-kekasih hatiku. Aku ingin pulang dalam kehangatan mereka. Ah 10 menit ini kenapa terasa 10 jam, 10 hari, 10 minggu…lamaa…

☔☔☔Hujan.☔🌂☔
Aku melihat rusa bermain di tengah hujan di kampusku. Dia sendirian. Dia kehujanan. Kami senasib.
Tidak, dia lebih kasihan. 
Aku mengasihani rusa yang sendirian. Padahal dia sebenarnya sedang berpetualang. Hei, dia sudah berpamitan dengan keluarganya, sama sepertiku. Ternyata bukan, dia melarikan diri. Dari keluarganya yang tidak merestui kisah cintanya. Ya, tentu saja karena dia mencintai sesama jenis. Oh tidak, kamu pikir dia harus kawin dengan beda jenis? Rusa dan manusia? Oh my God. Tentu saja bukan itu maksudnya.
😭😿
Aku ingin pulang. Tapi hujan masih terus saja turun.
Mari berdoa. Allahumma shoyyiban nafi’an.

☔☔🌂Hujan.☔🌂☔
Aku mulai baper. Terbawa perasaan. Aku mulai merasa dingin. Mulai merasa ingin pulang (dari tadi juga). Orang-orang di sekelilingku tak ada yang mengenalku. Aku sendirian. Aku kedinginan. Ingin pulang. Benar-benar ingin pulang.

☔☔🌂☔☔🌂
Kucari rusa tadi. Tidak ada. Oh dia hilang dari pandanganku. Apa dia menjelma menjadi salah satu mahasiswi yang berpayung dan berkulit bening ini???
Oh mungkin. Karena hari ini hari Kamis, hari di mana semua rusa bisa menjadi manusia dan merasakan bagaimana memanusiakan manusia.
Rusa pernah bertanya padaku di Rabu saat purnama sebelumnya, “Apa manusia selalu memanusiakan manusia?” 
“Tidak semuanya. Karena kami sebenarnya sedang mencoba menjadi manusia?” 
“Apa aku boleh mencobanya?”
 “Kenapa kau ingin mencobanya?” 
“Karena aku butuh tantangan. Aku sudah mendapatkan sertifikat ‘merusakan rusa’, jadi aku ingin mencoba yang lain. Manusia, katanya, derajatnya lebih tinggi dari kami.”
“Oke. Setiap Kamis kau boleh menjadi manusia.”
“Deal.”
“Selamat mencoba. Semoga berhasil.”
image

Selesai.

☔☔🌂☔☔🌂☔
Dewi
☔☔

Advertisements

PATH vs INSTAGRAM

Seandainya hidup ini seselo mantengin layar hape, ngetouch sana-sini trus dapet duit dan tugas kelar. 

Atau sebenarnya akunya aja yang lebay yang gampang terpengaruh dengan magnet smartphone dan berbagai aplikasinya sehingga sering banget mantengin benda itu kemudian merasa ‘tak berguna’??

Ya, mungkin aku yang lebay. Anggep saja begitu.

Path.
Aku pernah punya path. Dan dengan arogansiku, dulu paling gak sehari minimal 3x nyetatus (dll). Itu baru minimal coba, bisa lebih.
Belum lagi, nyari bahan untuk diupload. Paling gampang sih ya foto. Dikit-dikit cekrek. Dipoles dikit, upload.
Check-in. Terkadang bagian ini yang kubikin buat nunjukin ke orang-orang kalau aku sedang di sini, melakukan ini. Padahal orang juga mana peduli. Hahaha.
Dan lama-lama aku bosen maenan path. Karena aku merasa semakin ‘lebay’ menjalankan path, kuhapuslah akun pathku.
Ada bedanya, tentu saja. Aku gak bisa ngepo-in temen ma sodaraku. Hahaha.
Bukan, bukan itu. Aku lebih banyak bisa melakukan hal lain. Sebegitunya kah? Gak juga sih sebenarnya, gak sedrastis itu bedanya. Tapi paling gak, aku gak terlalu terobsesi dan berlebihan ma path. Hahaha.
😘😘😘😘😘😘😘😘

Instagram
image

Aku punya instagram juga loh. Kebetulan instagram ini cuma bisa upload foto ma video, memang gak sekomplit path (atau bisa yang lain juga ya, gak ngerti juga).
Dari instagram juga, orang bisa jualan. Aku pernah nyoba jualan jilbab, cuma mungkin belum terlalu telaten jadinya belum kelihatan hasilnya.
Aku lebih nyaman pakai instagram, meskipun sebenarnya gak asyik2 amat sih. Cuma, dari instagram aku bisa ngepoin artis2 hahaha. Atau temen dan sodara tanpa ketahuan (eh ketahuan gak ya). Tapi kalau akunnya diprivasi ya harus ngirim ‘izin kepo’ dulu. Karena aku gak mau dikepoin, akunku kubikin privat.
Ya, bukan buat jualan juga sih. Kebetulan dulu apa2 yang jadi aktivitasku kuupload, lama-lama merasa lebay, ‘gagal dan tak berguna’, akhirnya kuhapuslah foto2 itu dan sekarang seringnya upload foto yang lebih umum. Ya, umum di sini biasanya buat upload buku-buku karyaku.
Oh iya aku lupa, aku penulis loh. Hahaha. Jadi, salah satu alasan kenapa aku masih bertahan pakai instagram ya karena pengen eksis aja. Wkwkwkwk eksis apaan coba.
Satu lagi akun instagramku, untuk foto-foto yang lebih privasi karena memang ditujukan untuk keluarga saja. Seperti sodara dan teman dekat yang pengen tahu kegiatan Kenta selama di perantauan. Ya, kira-kira begitu.

Sejauh ini,
instagram masih kurasakan manfaatnya (meskipun tidak seberapa). Kalau nanti sudah terasa lebih banyak mudharatnya, siap2 kuhapus juga. (Emang bisa dihapus???) Ya paling tidak diuninstall aplikasinya. 
Untuk path, sedari awal kubikin (dulu), tujuannya sudah tidak baik (yakni: kepo dan pamer), jadinya yang kurasakan cuma yang tidak baik terus. 
So, i will Say no to path (ini ngomongnya sekarang, bisa jadi besok pagi nginstall aplikasinya lagi, hadeeeh. Lebay mah aku ini.) Tapi sepertinya memang gak akan ngepath lagi.

Sekian.
2016.4.29